Berita  

Kisah Unik Seorang Ibu di Tiongkok Mengarang Sejarah Palsu Soal Rusia di Wikipedia

kisah-unik-seorang-ibu-di-tiongkok-mengarang-sejarah-palsu-soal-rusia-di-wikipedia

Suatu hari, Yifan menjelajahi Wikipedia untuk mencari inspirasi buat novel terbarunya. Warga Tiongkok itu lalu menemukan artikel sejarah tambang perak Kashin di Rusia. Penjelasan yang sangat detail membuatnya tertarik membaca sampai habis.

Menurut entri Wikipedia berbahasa Mandarin, tambangnya ditemukan oleh petani Rusia pada 1344. Lebih dari 40.000 budak dan bekas budak dipekerjakan untuk mengolahnya jadi sumber kekayaan bagi kerajaan Rusia Tver pada abad ke-14 dan ke-15. Hasil tambang itu bahkan sangat bermanfaat bagi rezim-rezim berikutnya. Di dalam artikel, juga ada penjabaran tentang komposisi geologis tanah, struktur tambang dan proses pemurnian perak yang berlangsung di sana.


Yifan mulai bertanya pada orang asli Rusia tentang tambang perak tersebut. Dia ingin mempelajari lebih dalam soal tambang, serta memastikan referensi yang tersedia sudah benar. Namun, dia tidak bisa menemukan halaman atau versi buku yang dikutip penulis. Narasumber Yifan juga menegaskan konflik kuno antara negara-negara Slavia yang dijelaskan panjang lebar dalam entri Wikipedia tak pernah ada dalam sejarah Rusia.

Yifan kaget bukan kepalang mengetahui informasi yang ia baca selama ini hanyalah karangan seorang ibu rumah tangga, yang menggunakan nama Zhemao di Wikipedia. Menariknya lagi, artikel tambang perak bukan satu-satunya sejarah abad pertengahan Rusia palsu yang ditulis olehnya. Zhemao sudah 10 tahun lebih menyulap ratusan kisah fiksi menjadi sebuah fakta, dan mempublikasikannya ke platform crowdsource yang menjadi sumber informasi andalan jutaan orang di seluruh dunia. Keberhasilan perempuan itu lolos dari pengawasan telah menimbulkan pertanyaan sejauh mana kemampuan Wikipedia memverifikasi setiap informasi yang dimuat di dalamnya.

“Informasi yang disajikan sangat mendetail. Wikipedia bahasa Inggris dan Rusia enggak ada apa-apanya,” tulis Yifan saat menceritakan pengalaman menariknya di Zhihu, situs tanya jawab mirip Quora versi Tiongkok, bulan lalu.

“Tulisannya berkualitas tinggi dan entri-entrinya saling berkaitan, menciptakan sistem yang bisa eksis dengan sendirinya,” kata John Yip, lelaki yang memahami seluk-beluk Wikipedia bahasa Mandarin, ketika dihubungi VICE World News. “Zhemao sukses menemukan cara untuk mengacaukan Wikipedia.”

Dari hasil penyisiran tim editor relawan, Zhemao telah menulis hampir 300 artikel selama satu dekade terakhir.

Tangkapan layar tulisan Zhemao yang telah dihapus dari Wikipedia.
Tangkapan layar tulisan Zhemao yang telah dihapus dari Wikipedia.

Salah satu artikel terpanjangnya hampir menyaingi novel “The Great Gatsby”. Menggunakan bahasa baku dan tersusun rapi, dia menguraikan tiga pemberontakan Tartar di abad ke-17 yang membawa dampak abadi bagi Rusia. Dia juga menyertakan peta yang dibuat sendiri. Pada entri lain, dia membagikan foto-foto koin kuno, yang menurutnya diperoleh dari tim ahli arkeologi Rusia.

Zhemao juga merombak habis-habisan informasi tentang deportasi bangsa Tiongkok di Uni Soviet pada 1920-an dan 1930-an. Tulisannya terpilih menjadi artikel unggulan dan diterjemahkan ke berbagai bahasa, seperti bahasa Inggris, Arab dan Rusia.

Sebelum tahu kebenarannya, Yip juga terpukau dengan wawasan Zhemao yang luas. Perempuan itu sangat berdedikasi menyuguhkan informasi lengkap dan rutin menyunting entri-entrinya setiap hari.

“Entrinya tampak disajikan secara menyeluruh dengan kutipan tepat. Tapi beberapa dibuat-buat, sedangkan lainnya mencantumkan nomor halaman yang tidak sesuai,” terang Yip. Contohnya, dia sering mengutip “History of Russia From Earliest Times”, buku yang ditulis sejarawan Rusia Sergei M. Soloviev yang terdiri dari 29 volume. Namun, terjemahan bahasa Mandarin yang ia kutip ternyata palsu.

Editor relawan Yeh Youchia menyebut ini bisa terjadi karena tim editor Wikipedia biasanya telah memercayakan kontributor untuk menyediakan informasi yang benar.

“Saat meninjau konten baru, kami hanya memeriksa kemungkinan plagiarisme dan memastikan sumbernya tepat. Dia memahami format Wikipedia dengan sangat baik dan menyediakan sumber yang sulit diverifikasi,” tuturnya.

Untuk membuktikan kredibilitas informasi yang disajikan, Zhemao mengaku sebagai putri diplomat asal Tiongkok yang ditugaskan ke Rusia. Dia juga memamerkan riwayat pendidikannya di profil pengguna. Menurut Zhemao, dia menerima gelar doktor ilmu sejarah dari Moscow State University. Bahkan baru-baru ini, dia melampirkan petisi yang katanya ditandatangani suaminya yang orang Rusia untuk memprotes invasi Rusia di Ukraina.

Zhemao tetap rendah hati meski dia sangat cerdas dan memiliki pengetahuan yang luar biasa luas. Setidaknya begitulah citra yang ingin ditampilkan untuk mendukung identitas palsunya. Hasil penyelidikan mengungkapkan, ia membuat setidaknya empat akun palsu supaya terlihat lebih meyakinkan.

Pada satu akun, dia menyamar sebagai mahasiswa doktoral ilmu sejarah dunia di Universitas Peking, yang katanya kenal dengan Zhemao saat berkuliah di Rusia.

Semua akun Zhemao di Wikipedia kini telah diblokir secara permanen. Sebagian besar artikelnya juga sudah dihapus berdasarkan kesepakatan komunitas. Beberapa pengguna Wikipedia bahkan sampai meminta bantuan para ahli untuk menentukan mana informasi yang fakta dan palsu.

“Relawan kami terus meninjau artikel-artikel tambahan yang mungkin terpengaruh,” ujar juru bicara Wikimedia Foundation melalui email.

“Tindak vandalisme atau perilaku negatif lainnya bisa terjadi kapan saja di Wikipedia, mengingat ini platform online terbuka yang memungkinkan semua orang memberi kontribusi. Namun, tindakan ini jarang terjadi di Wikipedia,” imbuhnya.

Zhemao telah menyampaikan permintaan maaf di akun Wikipedia-nya bulan lalu. Dia mengaku tidak bisa bahasa Inggris maupun Rusia. Dia hanyalah seorang ibu rumah tangga lulusan SMA.

Hoaks itu dimulai dari ketidakmampuan Zhemao memahami artikel ilmiah dalam bahasa aslinya. Dia menggunakan layanan terjemahan, lalu merapikan isinya dan mengisi kekurangan berdasarkan imajinasi. “Seperti kata pepatah, kamu harus menciptakan kebohongan di atas kebohongan agar terdengar lebih meyakinkan,” tulisnya. Keasyikan menulis, dia tak sadar telah merangkai hingga puluhan ribu karakter dan merasa sayang kalau dihapus begitu saja.

Dia bosan di rumah sendirian, sehingga memperlakukan akun palsu sebagai teman-teman khayalannya. Menurutnya, sang suami sering bepergian dan dia tidak punya teman di dunia nyata. Zhemao lalu meminta maaf kepada para pakar sejarah Rusia karena dia sudah kurang ajar menirukan mereka.

Follow Rachel Cheung di Twitter dan Instagram.