Berita  

IBADAH HUT PI INJIL MASUK DITANAH TEHIT KE 96 TAHUN DI KAMPUNG WERSAR TEMINABUAN.

ibadah-hut-pi-injil-masuk-ditanah-tehit-ke-96-tahun-di-kampung-wersar-teminabuan.
Liputan 4 teminabuan Papua barat.27/1/2023.

Perayaan Hut PI Injil masuk di tanah tehit yang ke 96 tahun terhitung sejak 27 Januari.1927  perayaan tersebut di laksanakan di jemaat Alfa wersar ibadah tersebut dengan drama yang belum tepat oleh karena tidak ada pertemuan yang melibatkan anggota jemaat Alfa wersar yang di nilai sepihak dan juga akan menjadi sejarah baru bagi setiap generasi akan membuat cerita baru dalam sejarah gereja tidak bisa di tambah tidak bisa di kurangi.

“Ibadah perayaan HUT PI Injil masuk di tanah tehit yang dipimpin langsung oleh Ibu Pendeta.Cornelia Watimena.STh.pembacaan firman Tuhan dari kitab. Matius.28:16-20. dirinya mengajak warga jemaat Alfa wersar harus menjadi contoh yang baik mengingat jemaat Alfa Wersar  adalah jemaat yang mula mula yang awal dan yang akhir
Nama jemaat Alfa wersar kesamaan sejarah Injil masuk di tanah Tehit di usia 96 tahun , apakah prilaku kita masih berpandangan dengan Injil atau tidak,apa kah kita sudah meninggalkan Injil itu.


“Perayaan tersebut dapat berlangsung di jemaat Alfa mengingat peristiwa sejarah gereja Injil masuk di tanah tehit sejarah dua kalinya pendayung utusan raja anggok konjol ke Inawatan meminta guru Injil pendeta Westhen menitipkan pesan kepada pendayung kedua lainya Bapak Bapak kembali dan menyampaikan kepada Bapak raja bahwa nanti saya bersama guru Penginjil kesana selang waktu berjalan tak lama kemudian Bapak pendeta Westhen bersama kedua penginjil belayar mengunakan kapal Jhon Holland dua dari Inawatan menuju tanah tehit kampung wersar teminabuan penginjil Mata tulah dari kampung mugim Yolotleli yang di mintah oleh pendeta Westhen dari Ambon pendeta Westhen bersama kedua penginjil tiba di tanah tehit Mlaqia pada tanggal. 27,Januari.1927. kurang lebih tiga jam lalu kekota teminabuan.

“Sebelum tahun 1927, di Tahun tahun sesudahnya kala itu masa primitif perang hongge antar suku suku sehingga kedua guruh penginjil bersama pendeta Westhen menginjakkan kaki di tanah tehit Mlaqia pada saat itu sedikit warga yang tinggal dikampung sebagian warga tinggalnya dihutan mengingat di jaman itu ,jaman masih primitif warga tinggal berkelompok kelompok, tercatat marga Seranik sendiri tinggal di benteng (Andafraolo),benteng (Ogit yesembol) oleh tiga marga yaitu. Roni ,melesogo dan marga komendi. Marga thesia Bentengnya di (Fasya). Sedangkan marga Besar,konjol bermarkas di (qhololin).Baik juga Marga kombado marga kondororik mere dan kondororik mbol foyo.mendiami Benteng (Khewefiroloh).sedangkan Benteng (Rumbolo/Safqhait). di diami kedua marga yaitu, marga Meles dan marga kondororik Srefaat.

“Sehingga kedatangan kedua penginjil bersama Pendeta.Westhsen menginjakkan kaki pertama di kampung wersar Jemaat Alfa kala itu sedikit warga yang mengetahui kedatangan pendeta Bersama kedua penginjil tersebut,kedua guru dan pendeta sempat berjalan mengelilingi kampung kemudian mendaftarkan 6 murid sekolah adapun murid pertama kalinya simon, kondororik Karel.kondororik. Erens. kofiyai Zarah. kondororik Barnesi.kondororik dan Keterina Meles.Setelah pentabisan murid baru, pendeta Westhen bersama satu penginjil Yotleli ikut bersama raja anggok melanjutkan perjalanan mengunakan kapal.jhon Holland dua ke teminabuan, untuk diketahui warga masyarakat kampung wersar lainya, bahwa guru penginjil sudah ada seorang Bapak kondeng Seranik membunyikan Triton Berlarian bagi pria pria dari bergai tempat membawa tumbak parang dan alat perang lainnya. Kemudian di sampaikan bahwa jangan bapak kaget guruh sudah datang.kemudian di ke esokan harinya berkumpulah semua warga masyarakat bapak ,Ibu dan anaknya mendaftarkan diri untuk bersekolah pada tanggal 28 kemudian di tanggal 29 januari.1927.pembukaan sekolah.

“Kami Berharap agar sejarah gereja dikekalkan dalam satu putusan sah yang melalui pertemuan yang di lakukan oleh pengurus gereja Alfa wersar adapun tanggapan warga melalui akun Facebook salah seorang yang di jadikan diskriminasi oleh pengurus panitia hari besar gereja hut ke 96 tahun di tanah tehit Mlaqya menurut pemilik status menyampaikan kritik itu penting dan benar , sesuai fakta lemahnya kerja seharusnya segala sesuatu bukan hanya dari rumah Ke Rumah jangan tertup apakah ini merupakan sejarah baru jemaat baru. Kami berharap ada forum sehingga menjadi berkat.

Jika itu benar dan Manarik manalah mungkin reaksi tangisan dan ketawa jangan merasa rendah orang lain bukan berarti diam dan sama sekali tidak tau.

Judul: IBADAH HUT PI INJIL MASUK DITANAH TEHIT KE 96 TAHUN DI KAMPUNG WERSAR TEMINABUAN.
Terbit juga di: LIPUTAN4.COM.
Reporter: Editor Liputan4