Berita  

Satu Keluarga Keracunan di Bekasi Ternyata Ulah Pembunuh Berantai yang Terpergok

satu-keluarga-keracunan-di-bekasi-ternyata-ulah-pembunuh-berantai-yang-terpergok

Kasus keracunan yang menewaskan tiga orang yang masih satu keluarga di kawasan Bantargebang, Kota Bekasi, berubah drastis statusnya menjadi kriminalitas seram. Dari dugaan awal insiden keracunan, polisi kini mendapat kesimpulan jika para korban meninggal diracun. Tidak hanya itu, terduga pelaku juga terindikasi sebagai pembunuh berantai dengan motif klenik.

Penemuan satu keluarga yang diracun ini mencuat pertama kali pada 12 Januari 2023. Awalnya aparat Bekasi sempat mengira insiden ini hanyalah keracunan yang tidak disengaja, menimpa lima orang dalam satu keluarga.


Namun belakangan muncul penyelidikan lain dari Polres Cianjur, atas kasus berbeda, yang membuat pemeriksaan tim mengerucut pada nama-nama yang terkait dengan kasus tewasnya keluarga akibat racun di Bantargebang.

Anggota Polres Cianjur mendapati bila tersangka pembunuhan yang terjadi di wilayah mereka, melibatkan Wowon Erawan (60 tahun), sosok yang keluarganya meninggal keracunan di Bantargebang. Adapun tiga orang tersangka dalam kasus Cianjur, selain Wowon, mencakup Solihin (60) alias Dulloh, serta M Dede Solehuddin.

Wowon dan Solihin ditangkap di Cianjur. Sementara Solehuddin ditangkap di Jakarta. Menurut polisi, tindakan mereka bertiga sudah masuk kategori pembunuhan berantai, dilatari motif keyakinan untuk bisa cepat kaya melalui metode supranatural dan tumbal manusia.

Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan, mengatakan apabila pelaku telah menghabisi delapan orang. Selain tiga di Bekasi yang meninggal diracun, korban lainnya ditemukan di beberapa tempat. “Tiga korban dikubur di rumah mereka [di Cianjur], tiga orang diracun di Bekasi, satu korban dikubur di rumah kontrakan di Desa Kertajaya, [Cianjur], dan satu korban dibuang ke laut,” kata Doni, dikutip dari Kumparan.

Agar lebih mudah memahami kasus ini, pembaca perlu sedikit mengetahui struktur keluarga Wowon. Seperti informasi sebelumya, lima orang dalam satu keluarga diracun di Bekasi. Tiga meninggal dan dua selamat.

Tiga korban meninggal itu bernama Ai Maemunah (40 tahun), M. Ridwan Abdul Muiz (18), dan M. Ruswandi (15). Ridwan dan Ruswandi merupakan anak Maemunah dari suami pertama. Lantas siapa suami keduanya? Ya Wowon itu. Sebelum jadi suami kedua, Wowon sebenarnya ayah tiri dari Maemunah. Ibu kandung Maemunah sempat menikah dengan Wowon. Apabila rumit, intinya Wowon adalah suami kedua Maemudah.

Pertanyaan berikutnya tentu kenapa Wowon membunuh istrinya? Dalam pemeriksaan yang juga melibatkan Polda Metro Jaya, Wowon dan dua pelaku lainnya menganggap keberadaan Maemunah dan anggota keluarga lain berbahaya. Sebelum pembunuhan ini, Maemunah dan anggota keluarga lain ternyata tahu Wowon dan dua temannya pernah melakukan tindak pidana pembunuhan.

“Mereka [tersangka[ melakukan serangkaian pembunuhan, atau yang biasa disebut serial killer dengan motif yang dikemas dengan kemampuan supranatural, untuk membuat orang menjadi sukses atau kaya,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, dikutip dari Detik.

Kembali ke awal cerita, satu keluarga di Bekasi yang diracun pertama kali ditemukan oleh tetangga mereka. Tidak lama setelah korban memakan makanan beracun, mereka merintih. Beberapa tetangga mendengar rintihan itu, salah satunya Erna. Lantaran takut masuk sendiri, Erna mengajak warga lainnya.

Tiga orang sudah meninggal, sementara dua lainnya dalam kondisi kritis yang kemudian dibawa ke rumah sakit. Sejak kejadian itu, Wowon jarang terlihat di rumahnya di Bekasi. Bahkan dia tidak datang saat pemakaman istrinya. Ini salah satu kecurigaan polisi apabila kejadian itu bukan murni keracunan. Selain juga ada pemeriksaan pada sampel makanan di tempat kejadian perkara yang memberikan bukti petunjuk.

Sejauh ini, Tim Puslabfor Mabes Polri, Dokpol Polda Metro Jaya, Dokpol Polda Jabar, dan Polres Cianjur, masih memeriksa tempat-tempat kejadian perkara lebih mendalam. Detail lain dari kasus pembunuhan berantai ini masih bisa berkembang seiring tambahan data dari penyelidikan polisi.