Berita  

Merekam Sepinya Salah Satu Kota Tersibuk di Afrika Selama Lockdown

merekam-sepinya-salah-satu-kota-tersibuk-di-afrika-selama-lockdown

Tahun lalu, kami sangat terkesan dengan hasil jepretan Kemka Ajoku yang mampu membuat siapa saja terasa hangat dan tenang ketika melihatnya. Sejak itu, dia sibuk mengabadikan keseharian warga Nigeria selama lockdown untuk seri foto terbarunya yang berjudul We’re All Workers.

Pada 2015, lelaki yang besar di London utara ini merantau ke Nigeria untuk mengejar gelar S1. “Saya awalnya ragu [untuk kuliah di Nigeria], tapi saya melihat ini bisa jadi tantangan baru untuk dihadapi,” terangnya. Sementara anak muda Nigeria pergi ke luar negeri untuk berkuliah, dia justru mengenyam pendidikan tinggi di negara itu. 


Di tahun ketiga, Kemka memamerkan ke teman-teman beberapa fotonya yang diunggah ke VSCO. “Mereka menyuruh saya menyeriusi fotografi sebagai hobi. Dari saran mereka, saya menghabiskan tiga bulan terakhir pada 2017 untuk belajar otodidak lewat video YouTube. Resolusiku tahun 2018 yaitu mulai foto-foto.” Sejak itu, Kemka tak pernah berhenti mendokumentasikan semua yang ada di sekitarnya.

Karyanya berkutat pada kehidupan komunitas kulit Hitam, baik di London maupun Nigeria. Dia awalnya memotret teman-teman membelakangi langit senja, atau lini pakaian yang mereka luncurkan. Namun, untuk seri foto We’re All Workers, dia mulai menjadikan orang-orang yang ditemui di jalan sebagai subjek foto. “Saya sudah terpikir melakukan proyek ini sejak awal,” Kemka mengungkapkan. “Tapi masalahnya saya agak introvert, sehingga sulit mendekati orang yang banyak di antaranya tidak lancar berbahasa Inggris.” 

Pandemi menjadi waktu yang tepat melakoni proyek tersebut. Dia sama sekali tidak punya kesibukan selama tinggal bersama kerabat.

Meski Lagos terkenal akan lingkungan serba cepatnya, Kemka ingin berfokus pada warga yang menjalani kehidupan dari hari ke hari di tengah lockdown.

Lagos sangat sibuk dan ramai, sedangkan orang-orangnya “selalu bersaing di dunia kerja”. Akan tetapi, sang fotografer justru menghadirkan suasana damai dalam setiap bidikannya, seolah-olah dia sedang memfoto teman di pantai dan padang rumput. “Ini hanya dapat dicapai dengan berfokus pada individualitas setiap pekerja.”

“Banyak orang memakai pelindung wajah saat keluar rumah, membuat mereka tampak lebih sangar daripada aslinya,” imbuhnya. “Dalam foto-foto ini, saya melihat sisi damai di setiap warga Lagos.”

dua lelaki duduk di atas motor masing-masing
Ibu-ibu tampak ingin mengambil buah yang dijajakan di warung
Lelaki berjalan di depan barisan mobil
Lelaki muda berolahraga
Lelaki berpose di depan tumpukan batu
Lelaki duduk di belakang mobil pikap
Jalanan yang ramai dengan motor
Lelaki berpakaian serba biru berpose di tempat jualan bambu
Dua bocah laki-laki sedang bermain
Lelaki berpose sambil duduk
Motor berlalu-lalang di jalanan
Lelaki berpose mengenakan jaket

Artikel ini pertama kali tayang di VICE UK